Bulog Kanca Paser Berharap Dukung Peningkatan Serapan Gabah 2026

Jumat, 23 Januari 2026 | 09:00:53 WIB
Bulog Kanca Paser Berharap Dukung Peningkatan Serapan Gabah 2026

JAKARTA - Setelah mencatatkan keberhasilan luar biasa dengan melebihi target serapan gabah pada tahun 2025, Bulog Kantor Cabang Paser (Kanca Paser) kembali mendapatkan penugasan besar di tahun 2026. 

Pada tahun sebelumnya, mereka berhasil menyerap 13.000 ton Gabah Kering Panen (GKP), atau sekitar 211 persen dari target yang diberikan, yakni 5.000 ton.

Keberhasilan tersebut menjadi landasan kuat bagi Bulog Paser untuk menyambut target yang lebih tinggi di 2026, yaitu 15.200 ton gabah untuk dua wilayah kerja utama mereka, yaitu Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU).

Peningkatan target serapan gabah tersebut tentu bukan tanpa tantangan. Bulog Paser menghadapi dua tantangan besar, yakni pencapaian target yang jauh lebih tinggi dan ketersediaan gabah dari petani yang harus terus dipantau. 

Namun, dengan keberhasilan yang telah dicapai sebelumnya, pihak Bulog Paser sangat optimis bahwa target yang ditetapkan untuk tahun ini bisa tercapai, bahkan bisa melebihi perkiraan.

Peningkatan Target Serapan di 2026

Kepala Bulog Kanca Paser, Muhammad Mukhlis, mengatakan bahwa penugasan untuk menyerap 15.200 ton GKP merupakan tantangan yang signifikan, tetapi mereka percaya bisa mencapainya berkat peningkatan semangat dan keberhasilan dari tahun lalu. 

Secara nasional, Bulog telah diberikan tugas untuk menyerap gabah sebanyak 4 juta ton pada 2026, meningkat 1 juta ton dari tahun sebelumnya yang mencapai 3 juta ton di seluruh Indonesia. 

Oleh karena itu, pencapaian yang optimal dari Bulog Paser tidak hanya penting untuk wilayah lokal, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pasokan beras nasional.

"Meskipun target yang diberikan pada 2026 tiga kali lipat lebih besar dari tahun lalu, kami sangat optimis dapat mencapainya. Kami melihat adanya semangat besar dari para petani yang ingin menambah luasan panen mereka di tahun ini," ujar Mukhlis.

Keberhasilan yang dicapai oleh Bulog Paser di tahun 2025 menjadi patokan bahwa target yang lebih besar bukanlah hal yang tidak mungkin tercapai. 

Dengan meningkatkan jumlah petani yang bekerja sama dan memperluas luasan panen mereka, Bulog Paser berharap bisa memenuhi target yang lebih tinggi di 2026.

Faktor Pendorong: Keterlibatan Petani dan Harga Gabah yang Menguntungkan

Salah satu faktor penting yang memastikan kesuksesan pencapaian target serapan gabah adalah keterlibatan langsung petani lokal. 

Agar proses serapan berjalan lancar, Bulog Paser tidak hanya mengandalkan sosialisasi harga, tetapi juga membangun komunikasi yang lebih intensif dengan para petani.

Pada tahun 2026, Bulog Paser menetapkan harga beli gabah untuk petani sebesar Rp6.500 per kilogram, yang dirasa cukup kompetitif. Hal ini dianggap sebagai salah satu cara untuk menarik lebih banyak petani untuk menjual gabah mereka kepada Bulog. 

Tidak hanya itu, sistem jemput bola yang diterapkan oleh Bulog Paser juga menjadi keunggulan tersendiri. Bulog akan datang langsung ke lokasi panen untuk membeli gabah, sehingga petani tidak perlu repot mengirimkan gabah mereka ke tempat pengumpulan.

"Para petani akan mendapatkan harga yang menguntungkan. Kami juga jemput bola, sehingga petani tidak perlu khawatir tentang transportasi atau biaya tambahan," jelas Mukhlis.

Selain itu, Bulog juga menjamin bahwa proses pembayaran dilakukan langsung ke rekening petani, tanpa adanya potongan. Hal ini tentu memberikan kepercayaan lebih kepada petani, karena mereka tidak perlu khawatir akan ada pemotongan harga atau prosedur pembayaran yang mempersulit.

Strategi Sosialisasi dan Pendekatan Melalui Pihak Terkait

Dalam rangka memastikan kelancaran serapan gabah, Bulog Paser melakukan sosialisasi harga gabah secara intensif kepada petani. Sosialisasi ini dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari pihak terkait pemerintah daerah, instansi terkait, hingga Kodim 0904/Paser dan para Babinsa yang turun langsung ke desa-desa.

Melalui pendekatan langsung dengan petani dan dukungan dari pihak-pihak terkait, Bulog Paser berharap agar para petani lebih paham mengenai harga jual gabah yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Hal ini diharapkan bisa meningkatkan partisipasi petani dalam program serapan gabah dan mempermudah mereka dalam menjual hasil panennya.

"Kodim dan Babinsa berperan penting dalam sosialisasi kepada petani mengenai harga jual gabah dan cara menjual gabah langsung ke Bulog. Ini juga bagian dari upaya untuk mempercepat proses serapan gabah," lanjut Mukhlis.

Tantangan Cuaca dan Alam: Faktor yang Tidak Bisa Ditebak

Selain faktor internal seperti sosialisasi dan harga yang kompetitif, Bulog Paser juga mengakui adanya tantangan eksternal yang memengaruhi hasil serapan gabah. Salah satunya adalah faktor cuaca yang sering kali tidak bisa diprediksi. 

Cuaca ekstrem atau musim panen yang tidak teratur bisa memengaruhi hasil pertanian dan jumlah gabah yang tersedia untuk diserap.

Namun, Mukhlis tetap berharap agar cuaca pada tahun 2026 bisa mendukung para petani untuk menghasilkan panen yang lebih baik. 

Meskipun cuaca sering kali menjadi faktor yang sulit diprediksi, pihak Bulog Paser sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi agar serapan gabah tetap lancar meskipun menghadapi berbagai tantangan cuaca.

"Kami berharap cuaca mendukung, karena itu sangat mempengaruhi hasil panen. Namun, dengan adanya kerja sama yang baik dengan petani dan para pihak terkait, kami yakin dapat mencapai target yang telah ditetapkan," ujar Mukhlis.

Kontribusi Bulog Paser pada Ketahanan Pangan Nasional

Target serapan gabah yang tinggi pada 2026 bukan hanya untuk kepentingan wilayah lokal, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Bulog Paser memainkan peran penting dalam menjaga ketersediaan beras di pasar domestik dengan menyerap hasil pertanian dari petani dan menjadikan gabah tersebut sebagai cadangan pangan nasional.

Peningkatan kapasitas serapan gabah oleh Bulog Paser diharapkan bisa mengurangi fluktuasi harga beras dan menjamin ketersediaan pasokan beras yang stabil di pasar.

Dengan harga beli yang menarik dan proses serapan yang mudah, Bulog Paser berkontribusi langsung dalam mendukung kesejahteraan petani dan keamanan pangan bagi masyarakat.

Terkini