Folago Gandeng Mitra Besar Indonesia untuk Lonjakan Pendapatan Film 2026

Jumat, 23 Januari 2026 | 14:31:36 WIB
Folago Gandeng Mitra Besar Indonesia untuk Lonjakan Pendapatan Film 2026

JAKARTA - PT Folago Global Nusantara Tbk. (IRSX), melalui unit filmnya, Folago Pictures, tengah mempersiapkan langkah besar untuk meroketkan pendapatan di industri film Indonesia. 

Dengan mengincar pertumbuhan yang bisa mencapai dua kali lipat, perusahaan ini mengumumkan rencana co-investment dalam lebih dari 10 proyek film layar lebar pada tahun 2026. 

Sebagai bagian dari strategi ini, Folago Pictures telah menjalin kerjasama dengan beberapa studio besar tanah air, di antaranya Visinema Pictures, MVP Pictures (RAAM), VMS Pictures, Tiger Wong Entertainment, dan KUY STUDIO.

Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken antara Folago dan mitra-mitranya adalah sebuah langkah penting untuk memperkuat posisi IRSX dalam dunia hiburan nasional. 

Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan keuntungan finansial jangka pendek, tetapi juga untuk membangun ekosistem hiburan yang berkelanjutan dengan struktur bisnis yang lebih solid dan berjangka panjang.

Menurut Subioto Jingga, Direktur Utama IRSX, pendekatan co-investment yang diambil Folago Pictures mengusung konsep asset-light yang berfokus pada pembagian risiko dan modal. Langkah ini diyakini dapat mendorong pendapatan perusahaan hingga 200% dalam waktu yang relatif singkat.

Strategi Co-Investment: Membangun Kolaborasi yang Kuat

Salah satu aspek yang menjadi kekuatan utama dari langkah co-investment ini adalah kolaborasi antara berbagai pihak yang terlibat. Tidak hanya berbicara soal investasi modal, tetapi juga soal komitmen untuk menciptakan ekosistem hiburan yang lebih berkelanjutan. 

Folago Pictures mengundang para mitra besar dalam industri hiburan Indonesia untuk bersama-sama membangun proyek film layar lebar yang dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Dengan lebih dari 10 proyek film yang direncanakan sepanjang 2026, Folago Pictures berencana untuk melibatkan beragam mitra dari berbagai sektor, baik dalam produksi film itu sendiri maupun dalam distribusi. 

Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa setiap proyek memiliki peluang monetisasi yang maksimal, mulai dari box office, hak distribusi domestik dan internasional, lisensi OTT, hingga integrasi merek (brand integration).

Subioto Jingga menegaskan bahwa melalui pendekatan ini, IRSX bukan sekadar berfungsi sebagai production house, melainkan lebih sebagai entertainment powerhouse yang menyatukan berbagai saluran pendapatan dan memberikan kesempatan kepada mitra-mitra untuk tumbuh bersama.

Kekuatan Kolaborasi: Visinema, MVP Pictures, dan Lainnya

Salah satu langkah strategis yang patut dicatat adalah keterlibatan para pelaku industri yang sudah berpengalaman dalam bidangnya. 

Visinema Pictures, yang dikenal dengan produksi film-film hits seperti Aminah, MVP Pictures, yang memproduksi banyak film box-office, dan studio-studio ternama lainnya, menjadi mitra penting dalam memperkuat posisinya di pasar.

Partisipasi Angga Dwimas Sasongko (Visinema), Raam Punjabi & Vikas Chand Sharma (MVP Pictures), serta Baim Wong (Tiger Wong Entertainment), semakin membuktikan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama bisnis biasa, melainkan sinergi antara para pelaku industri untuk menciptakan ekosistem hiburan yang lebih kuat dan saling menguntungkan.

Dengan menggandeng para mitra yang sudah memiliki rekam jejak cemerlang, IRSX dapat memanfaatkan pengalaman dan kapasitas produksi yang lebih mumpuni untuk menghasilkan film berkualitas tinggi yang dapat bersaing di pasar domestik maupun internasional.

Pendekatan Bisnis yang Lebih Berkelanjutan

Menurut Subioto Jingga, langkah ini adalah bagian dari desain besar untuk membangun platform hiburan jangka panjang yang berfokus pada keberlanjutan. Melalui kerjasama ini, IRSX tidak hanya mengejar keuntungan sesaat, tetapi juga menciptakan ekosistem yang bisa bertumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mengurangi risiko dengan melibatkan berbagai mitra dan pembagian keuntungan yang lebih merata di seluruh bagian industri.

"Kami hadir untuk mendukung studio dan kreator, menyediakan modal, struktur bisnis, serta akses distribusi yang dapat memastikan setiap proyek film tumbuh secara berkelanjutan," kata Subioto, menjelaskan prinsip di balik kolaborasi ini.

Fokus utama dari strategi ini adalah untuk memastikan bahwa seluruh proses dari pembuatan film hingga distribusinya berjalan dengan lancar dan bisa menghasilkan revenue stream berulang, yang tidak tergantung pada volatilitas pasar atau event-event live yang berisiko.

Diversifikasi Sumber Pendapatan untuk Memperkuat Daya Tarik Global

Dengan lebih dari 10 proyek film layar lebar yang direncanakan untuk tahun 2026, IRSX ingin menunjukkan bahwa mereka bukan hanya sekadar studio film atau produksi house, tetapi sebuah entertainment platform yang menyatukan berbagai elemen dalam industri hiburan. 

Film, hiburan langsung (live entertainment), konten digital, ekonomi talenta, dan teknologi kini menjadi bagian dari satu ekosistem terintegrasi yang bisa menciptakan pengalaman hiburan yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

Pendekatan co-investment yang diterapkan oleh IRSX ini membuka berbagai peluang pendapatan baru melalui hak distribusi internasional, lisensi platform OTT, dan integrasi merek yang dapat menarik minat mitra global. Hal ini menunjukkan bahwa proyek film yang dikerjakan tidak hanya bertujuan untuk memuaskan penonton domestik, tetapi juga berorientasi pada pasar internasional yang lebih luas.

Strategi Pendapatan dan Peluang di Pasar Modal

Strategi besar yang dibangun IRSX juga berfokus pada pembukaan peluang untuk re-rating atau peningkatan valuasi di pasar modal. 

Dengan melakukan eksekusi yang konsisten dan mengelola portofolio proyek film yang beragam, perusahaan berharap dapat mempercepat pertumbuhan pendapatan dan memberikan dampak positif pada nilai saham IRSX.

Strategi bisnis yang terstruktur dengan baik diharap dapat mempercepat pencapaian target pendapatan 200%, sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kemampuan IRSX dalam menjalankan ekosistem hiburan yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Terintegrasi

Secara keseluruhan, langkah IRSX untuk menggandeng sejumlah studio besar Indonesia dalam co-investment film merupakan strategi yang sangat solid untuk mempercepat pertumbuhan pendapatan serta membangun sebuah ekosistem hiburan yang lebih berkelanjutan. 

Dengan melibatkan berbagai mitra industri, IRSX berpotensi memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri hiburan nasional dan internasional.

Seluruh langkah ini akan memastikan bahwa IRSX bukan hanya berfokus pada satu jenis pendapatan atau proyek, melainkan membangun platform hiburan yang dapat menghubungkan berbagai elemen industri hiburan secara terintegrasi.

Terkini