Kemenhub Periksa Tiga Pelabuhan Utama Batam Jelang Masa Lebaran

Sabtu, 24 Januari 2026 | 08:55:41 WIB
Kemenhub Periksa Tiga Pelabuhan Utama Batam Jelang Masa Lebaran

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaksanakan uji petik atau kelaikan kapal penumpang di tiga pelabuhan utama Batam menjelang masa angkutan Lebaran 2026. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kapal penumpang beroperasi dengan standar keselamatan maksimal, sekaligus antisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode puncak.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Samsuddin, menegaskan bahwa uji petik bukan sekadar kegiatan administratif rutin. 

Menurutnya, langkah ini dilakukan sejak kapal masih berada di pelabuhan untuk menjamin keselamatan penumpang sejak awal. 

“Uji petik ini kami lakukan sebagai langkah awal untuk memastikan seluruh kapal penumpang benar-benar laik laut sebelum memasuki masa angkutan Lebaran 2026. Keselamatan penumpang harus dipastikan sejak kapal masih sandar di pelabuhan,” ujar Samsuddin.

Pelaksanaan Uji Petik Serentak di Seluruh Indonesia

Uji petik kapal dilakukan secara serentak di Indonesia pada periode 19 Januari hingga 19 Februari 2026. Dari total 264 pelabuhan pantau, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) melakukan pemeriksaan langsung di 15 pelabuhan utama dengan volume angkutan laut tertinggi, termasuk Batam.

Samsuddin menekankan bahwa Batam menjadi prioritas karena karakteristik wilayahnya yang melayani angkutan penumpang domestik, lintas negara, serta kapal cepat yang tunduk pada konvensi keselamatan internasional. 

“Batam menjadi salah satu prioritas karena memiliki tingkat pergerakan penumpang yang tinggi, melayani kapal cepat, serta angkutan lintas negara yang terikat pada konvensi keselamatan internasional. Oleh karena itu, pengawasan keselamatan di wilayah ini harus dilakukan secara lebih ketat dan konsisten,” jelasnya.

Saat ini, terdapat 107 unit kapal penumpang yang beroperasi di wilayah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam, tersebar di lima pelabuhan penumpang. Tingginya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran membuat pengawasan kelaiklautan kapal menjadi langkah krusial.

Uji Petik di Tiga Pelabuhan Utama Batam

Menjelang masa angkutan Lebaran, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Ditkapel bersama KSOP Khusus Batam melaksanakan uji petik di tiga pelabuhan utama Batam. Uji petik ini dipimpin oleh Ketua Tim Uji Petik Ditkapel, Capt. Maltus Jackline, didampingi Kepala Bidang Kelaiklautan Kapal KSOP Khusus Batam, Hendra Sucipto.

Kapal pertama yang diperiksa adalah kapal cepat Emerald of Dumai, melayani rute Batam–Tanjung Balai Karimun–Dumai. Kapal ini menjadi salah satu moda utama pergerakan masyarakat lintas pulau yang diproyeksikan meningkat signifikan menjelang Lebaran.

Selain itu, tim juga memeriksa kapal Oecanna 18 yang beroperasi di Pelabuhan Harbour Bay dan MDM Express 09 di Pelabuhan Batam Center. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengawasan menyeluruh terhadap kelaikan kapal penumpang di wilayah Batam.

Aspek Pemeriksaan Kelaikan Kapal

Dalam uji petik tersebut, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai aspek kelaiklautan kapal. Pemeriksaan mencakup kondisi lambung kapal, mesin, alat navigasi, serta kelengkapan alat keselamatan penumpang dan awak kapal. 

Samsuddin menegaskan bahwa seluruh operator wajib memastikan semua peralatan keselamatan berfungsi optimal.

“Keselamatan tidak mengenal toleransi. Prinsip kami jelas, zero compromise for safety. Setiap kapal yang beroperasi harus memenuhi seluruh persyaratan keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Samsuddin.

Langkah ini dilakukan agar seluruh kapal yang beroperasi menjelang Lebaran 2026 telah memenuhi standar keselamatan nasional dan internasional, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Sinergi dan Tanggung Jawab Bersama

Samsuddin juga menekankan pentingnya sinergi antara regulator, operator kapal, dan nakhoda dalam mewujudkan pelayaran yang aman dan andal. 

“Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah melakukan pengawasan, operator wajib mematuhi aturan, dan nakhoda memegang tanggung jawab penuh saat kapal berlayar membawa penumpang,” jelasnya.

Kerja sama ini menjadi fondasi penting agar keselamatan penumpang tetap terjaga, meskipun mobilitas meningkat signifikan selama Lebaran. Semua pihak diharapkan mematuhi prosedur keselamatan tanpa pengecualian.

Fokus Batam sebagai Kawasan Strategis

Batam dipilih sebagai perhatian khusus karena perannya sebagai hub angkutan penumpang domestik dan lintas negara. Tingginya pergerakan kapal cepat membuat pengawasan menjadi prioritas. 

Pemeriksaan menyeluruh di tiga pelabuhan utama di Batam diharapkan dapat memastikan kesiapan armada kapal sebelum masa puncak angkutan Lebaran.

Selain keselamatan, uji petik ini juga membantu operator kapal mempersiapkan dokumen dan prosedur operasional sesuai regulasi, sehingga pelayaran dapat berjalan lancar dan efisien.

Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan KSOP Khusus Batam melaksanakan uji petik kapal penumpang sebagai langkah antisipatif menjelang Lebaran 2026. Fokus pada tiga pelabuhan utama Batam serta pemeriksaan menyeluruh terhadap kelaiklautan kapal memastikan keselamatan penumpang tetap terjaga.

Sinergi antara pemerintah, operator kapal, dan nakhoda menjadi kunci keberhasilan program ini. Batam sebagai wilayah strategis dengan mobilitas tinggi mendapatkan perhatian khusus, sehingga keselamatan pelayaran di masa puncak angkutan Lebaran dapat terjamin.

“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Tidak ada toleransi untuk kompromi,” tegas Samsuddin menutup penjelasannya.

Terkini